Tuesday, May 6, 2014

KEHILANGAN MENGAJAR ERTI MENGHARGAI

Waktu ini, sangat tenang, mengalir juga air mata saat ini bila mengenangkan detik-detik kematiaan dompok, itu lah gelar anak kucing aku yang telah pergi pada lewat petang tadi. Hanya Allah sahaja yang tahu perasaan ini.

petang semalam hujan turun dengan lebat tiba-tiba,sangat aku tengah menatap laptop, dan tiba-tiba aku tersedar akan tanggungjawab aku, cepat-cepat aku pergi mencari anak-anak kucingku dan ibunya, memang rutin harian aku bila hujan pasti aku akan beri mereka perlindungan dan selamat mereka dari hujan. Bila cari dekat depan rumah ada 2 ekor anak dan ibunya, syukur ada, tapi hati masih tertanya-tanya mana seekor lagi, tika itu, berpusing-pusing aku redah hujan yang lebat untuk cari dompok, ketika itu aku masih anggap dompok menyorok di tempat yang tidak kena hujan.

dan ayah aku meminta tolong untuk membersihkan dimding di luar rumah, sedang kami membersihkan, tiba-tiba ayah melihat dompok terdampar di rumput saat hujan masih lebat, dan aku tak berfikir panjang terus membawa dompok masuk rumah, sedaya upaya aku memanaskan dompok dan mengeringkan dompok, tika itu memang nyawanya hanya tinggil nyawa-nyawa ikan, melayang rasa hati ini melihat keaadan itu, dalam hati tidak putus-putus aku berdoa pada Allah selamatkan dompok. hati memnag tidak putus harapan walaupun ketika itu nadi dan makin menghilang dan akhirnya saat aku melihat semut makn menghampir aku terima dompok dah pergi. 

Saat ini, masih mengalir air mata, tapi aku redha Allah lebih sayangkan dompok, dan aku berharap dan berdoa aku akan bertemu dengan dompok di syurga abadi. INSAF hati aku sentiasa mengingatkan yang hidup pasti mati.

dompok pergi mengajarkan aku seribu pengajaran,

setiap yang hidup pasti akan mati
mati itu paling hampir dengan kita, mungkin pagi kita hidup tapi belum tertentu petang kita masih hidup
kita mesti bersangka baik dengan Allah
kita hanya mampu berusaha tapi Allah yang menentukan
dan aku terima dan gembira kerana aku dah berusaha bersungguh-sungguh untuk mencari dan meyelamatkan nyawa dompok tapi Allah lebih Mengetahui 
kematian dompok mengajar aku erti sabar dan redha
dan kuat hati aku bila saat nanti orang yang aku sayang pergi meninggalkan
dan mengajar aku menhargai setiap saat yang ada dan orang yang di samping aku
dan aku belajar bila nyawa sudah tiada memang mudah sahaja najis keluar seperti manusia juga, kita akan ditekan untuk bersihkan usus kita
kasih sayang seorang ibu tiada gantinya

dah saat ayah aku menanam dompok di belakang rumah, ibunya tiba-tiba ikut mengiringi saat ayah menanam dompok walhal ketika dompok sakit dan tenat, dia hanya menunggu di luar bilik. Itulah kasih sayang seorang ibu, dia sedih dan tahu anaknya telah tiada. hargailah seorang ibu anda.

semoga dengan peristiwa ini dapat membawa aku lebih dekat dengan Allah dan inilah saham akhirat aku untuk ke syurga, aamiin

hanis khiri



No comments:

Post a Comment

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...
 
full edit blog :JIAKREATIFELT on 12/11/2013